Kita cenderung memilih variasi yang beragam daripada satu pilihan yang konsisten. Itulah Diversification Bias. Pelajari mengapa kita menyukai keragaman dan bagaimana dampaknya pada keputusan kita.
Bayangkan Anda sedang berdiri di depan sebuah gerai es krim yang menawarkan berbagai rasa. Anda berencana untuk membeli es krim untuk seminggu ke depan. Anda bisa memilih satu rasa favorit Anda untuk stok seminggu, atau Anda bisa memilih berbagai rasa yang berbeda untuk setiap hari. Tanpa berpikir panjang, Anda memilih berbagai rasa — cokelat, vanila, stroberi, matcha, dan seterusnya. Anda merasa bahwa memiliki variasi lebih baik daripada memiliki satu rasa yang sama setiap hari.
Namun, ketika minggu berlalu, Anda menyadari bahwa Anda hanya benar-benar menikmati dua atau tiga rasa favorit Anda. Rasa-rasa lain yang Anda pilih hanya karena “variasi” akhirnya tidak tersentuh atau malah membuat Anda kecewa. Anda menyesal karena tidak memilih lebih banyak rasa favorit Anda.
Fenomena psikologis ini memiliki nama ilmiah yang sangat tepat: Diversification Bias, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut bias diversifikasi. Ini adalah kecenderungan kita untuk lebih memilih variasi yang beragam daripada satu pilihan yang konsisten, bahkan ketika variasi tersebut tidak memberikan manfaat tambahan.
Apa Itu Diversification Bias?
Secara sederhana, Diversification Bias adalah kecenderungan untuk lebih memilih variasi yang beragam daripada satu pilihan yang konsisten, bahkan ketika variasi tersebut tidak memberikan manfaat tambahan. Kita merasa bahwa memiliki berbagai pilihan lebih baik daripada memiliki satu pilihan yang sama, meskipun pada akhirnya kita mungkin tidak menikmati variasi tersebut.
Konsep ini pertama kali diidentifikasi oleh para peneliti di bidang ekonomi perilaku dan psikologi pengambilan keputusan, terutama melalui studi tentang bagaimana orang membuat pilihan dalam situasi di mana mereka harus memilih beberapa item sekaligus. Salah satu studi paling terkenal dilakukan oleh Itamar Simonson pada tahun 1990, yang menunjukkan bahwa orang cenderung memilih variasi yang lebih beragam ketika mereka memilih beberapa item sekaligus, dibandingkan ketika mereka memilih satu item pada satu waktu.
Diversification Bias terkait erat dengan Choice Overload (yang sudah ada di website) dan Paradox of Choice (yang sudah saya tulis). Namun, Diversification Bias lebih spesifik pada kecenderungan untuk menyebar pilihan, bukan hanya pada kesulitan memilih. Ini juga terkait dengan Projection Bias (yang sudah saya tulis) karena kita memproyeksikan bahwa kita akan menyukai variasi di masa depan, padahal mungkin tidak.
Mengapa Ini Terjadi?
Ada beberapa mekanisme psikologis yang mendasari Diversification Bias.
1. Keinginan akan Keragaman
Manusia memiliki preferensi alami terhadap keragaman. Kita bosan dengan hal yang sama, dan kita mencari variasi untuk menjaga minat dan kesenangan. Ini adalah preferensi yang masuk akal dalam banyak konteks, tetapi dapat menyebabkan Diversification Bias ketika kita memilih variasi yang berlebihan.
2. Proyeksi ke Masa Depan yang Salah
Ketika kita memilih untuk masa depan, kita membayangkan bahwa kita akan menginginkan variasi. Kita berpikir, “Saya pasti akan bosan jika makan es krim rasa yang sama setiap hari.” Namun, kita sering salah memprediksi preferensi masa depan kita. Ketika saatnya tiba, kita mungkin lebih memilih rasa favorit kita yang konsisten.
3. Ilusi Kontrol
Memiliki variasi memberi kita rasa kontrol dan fleksibilitas. Kita merasa bahwa dengan memiliki berbagai pilihan, kita dapat menyesuaikan diri dengan suasana hati atau kebutuhan yang berbeda. Namun, sering kali, variasi tersebut tidak digunakan dan hanya menjadi pemborosan.
4. Keinginan untuk Memaksimalkan Pengalaman
Kita ingin memaksimalkan pengalaman kita. Dengan memilih variasi, kita merasa bahwa kita mendapatkan “lebih banyak” dari pengalaman tersebut. Namun, lebih banyak variasi tidak selalu berarti lebih banyak kepuasan.
5. Pengaruh Sosial dan Norma
Dalam banyak budaya, keragaman dianggap sebagai hal yang positif. Kita diajarkan bahwa “variasi adalah bumbu kehidupan.” Ini dapat memperkuat Diversification Bias, terutama ketika kita membuat pilihan yang melibatkan orang lain.
6. Kurangnya Informasi tentang Preferensi Masa Depan
Kita sering tidak memiliki informasi yang cukup tentang bagaimana preferensi kita akan berubah di masa depan. Karena itu, kita mengasumsikan bahwa kita akan menginginkan variasi, padahal mungkin tidak.
Contoh Diversification Bias dalam Kehidupan Sehari-hari
Fenomena ini terjadi di berbagai aspek kehidupan kita.
-
Investasi: Ini adalah contoh paling klasik dan paling banyak diteliti. Investor cenderung menyebar investasi mereka ke banyak saham atau aset, bahkan ketika diversifikasi tersebut tidak memberikan manfaat tambahan. Mereka mungkin membeli saham yang tidak mereka pahami hanya untuk “diversifikasi.” Diversifikasi yang berlebihan dapat mengurangi return tanpa mengurangi risiko secara signifikan.
-
Konsumsi Makanan: Ketika membeli makanan untuk stok seminggu, kita cenderung memilih berbagai rasa atau jenis makanan, bukan hanya satu jenis favorit. Namun, pada akhirnya, kita mungkin hanya memakan beberapa jenis dan membuang sisanya.
-
Pembelian Barang: Ketika membeli pakaian, kita mungkin membeli berbagai warna dan gaya, bukan hanya satu gaya favorit. Namun, kita mungkin hanya memakai beberapa item dan mengabaikan sisanya.
-
Perencanaan Liburan: Ketika merencanakan liburan, kita mungkin ingin mengunjungi banyak tempat dan melakukan banyak aktivitas. Kita menyebar waktu dan energi kita ke berbagai pengalaman, tetapi mungkin tidak menikmati satu pun secara mendalam.
-
Pendidikan: Mahasiswa mungkin mengambil berbagai mata kuliah dari berbagai disiplin ilmu, bukan fokus pada satu bidang. Meskipun ini memberikan pengetahuan yang luas, itu juga dapat mengurangi kedalaman pemahaman.
-
Karier: Seseorang mungkin berganti-ganti pekerjaan atau bidang untuk mendapatkan “variasi,” tetapi pada akhirnya mungkin tidak mencapai keahlian yang mendalam di satu bidang.
-
Hubungan: Dalam hubungan, kita mungkin mencari variasi — mencoba berbagai tipe pasangan — tetapi pada akhirnya mungkin merindukan kedalaman dan konsistensi.
Dampak Negatif Diversification Bias
Diversification Bias memiliki dampak yang signifikan, terutama dalam pengambilan keputusan dan kepuasan.
-
Keputusan yang Tidak Optimal: Diversification Bias dapat menyebabkan keputusan yang tidak optimal. Kita mungkin memilih variasi yang tidak kita nikmati, bukan pilihan yang benar-benar kita sukai.
-
Pemborosan: Memilih variasi yang berlebihan dapat menyebabkan pemborosan. Kita mungkin membeli lebih banyak daripada yang kita butuhkan, atau menginvestasikan uang pada aset yang tidak memberikan return optimal.
-
Kekecewaan: Ketika kita menyadari bahwa variasi tidak memberikan kepuasan yang kita harapkan, kita mungkin merasa kecewa. Kita mungkin menyesal karena tidak memilih lebih banyak pilihan favorit kita.
-
Penurunan Kinerja: Dalam investasi, diversifikasi yang berlebihan dapat mengurangi return tanpa mengurangi risiko secara signifikan. Dalam karier, menyebar terlalu tipis dapat menghambat pengembangan keahlian yang mendalam.
-
Stres: Memiliki terlalu banyak variasi dapat menyebabkan stres karena kita harus memilih dan mengelola lebih banyak hal.
Bagaimana Mengatasi Diversification Bias?
Mengatasi Diversification Bias membutuhkan kesadaran dan pendekatan yang lebih fokus.
-
Sadari Bias Ini: Langkah pertama adalah menyadari bahwa Anda mungkin rentan terhadap Diversification Bias. Ketika Anda memilih variasi, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar akan menikmati variasi ini, atau saya hanya memilihnya karena merasa harus?”
-
Fokus pada Preferensi yang Konsisten: Ketika memilih untuk masa depan, fokuslah pada preferensi Anda yang paling konsisten. Jika Anda tahu bahwa Anda selalu menyukai rasa cokelat, mungkin lebih baik membeli lebih banyak cokelat daripada memilih variasi yang mungkin tidak Anda nikmati.
-
Evaluasi Pilihan Secara Objektif: Jangan hanya memilih variasi karena “terlihat lebih baik.” Evaluasi setiap pilihan secara objektif. Apakah Anda benar-benar akan menikmati variasi ini? Apakah variasi ini memberikan manfaat tambahan?
-
Batasi Jumlah Pilihan: Jangan memilih terlalu banyak variasi. Batasi jumlah pilihan Anda pada beberapa item yang benar-benar Anda sukai.
-
Berpikir Jangka Panjang: Ketika membuat keputusan untuk masa depan, pertimbangkan bagaimana perasaan Anda di masa depan, bukan hanya bagaimana perasaan Anda saat ini. Penelitian menunjukkan bahwa kita sering lebih bahagia dengan pilihan yang konsisten daripada dengan variasi yang berlebihan.
-
Terima bahwa “Cukup” adalah Cukup: Tidak perlu memaksimalkan setiap pengalaman. Terimalah bahwa “cukup” adalah cukup dan bahwa memiliki lebih banyak variasi tidak selalu lebih baik.
-
Belajar dari Pengalaman: Setelah Anda membuat keputusan, evaluasi hasilnya. Apakah Anda benar-benar menikmati variasi yang Anda pilih? Jika tidak, gunakan pengalaman itu untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.
Penutup
Diversification Bias adalah pengingat bahwa kita cenderung lebih memilih variasi yang beragam daripada satu pilihan yang konsisten, bahkan ketika variasi tersebut tidak memberikan manfaat tambahan. Kita menyukai keragaman, tetapi keragaman yang berlebihan dapat menyebabkan pemborosan, kekecewaan, dan keputusan yang tidak optimal. Dengan menyadari bias ini, fokus pada preferensi yang konsisten, dan mengevaluasi pilihan secara objektif, kita dapat membuat keputusan yang lebih fokus dan lebih memuaskan. Ingatlah, lebih banyak variasi tidak selalu lebih baik. Kadang-kadang, yang terbaik adalah fokus pada apa yang benar-benar kita sukai dan menikmatinya sepenuhnya.




